sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks S&P 500 dan Down Jones Ditutup Turun usai Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Market news editor Rahmat Fiansyah
09/07/2026 06:15 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Rabu (8/7/2026) waktu setempat dengan S&P 500 dan DJIA melemah.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Rabu (8/7/2026) waktu setempat dengan S&P 500 dan DJIA melemah. (Foto: Dok. FT)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Rabu (8/7/2026) waktu setempat dengan S&P 500 dan DJIA melemah. (Foto: Dok. FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 berakhir melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah berakhir, sehingga memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Trump mengaku tidak lagi tertarik melanjutkan pembicaraan dengan Iran saat menghadiri KTT NATO di Turki. Dia juga memperingatkan Washington kemungkinan akan kembali melancarkan serangan pada Rabu malam. 

"Yang menjadi kunci adalah berapa lama konflik ini berlangsung. Jika infrastruktur Iran mengalami kerusakan, pasar kemungkinan akan bereaksi lebih serius karena potensi pembalasan dari Iran," ujar Senior Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth dikutip dari Reuters.

Indeks S&P 500 turun 0,28 persen ke level 7.482,71, sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 1,09 persen menjadi 52.348,39. Sebaliknya, Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,20 persen ke posisi 25.870,65 berkat penguatan saham-saham teknologi, sementara indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,23 persen.

Penguatan sektor chip dipimpin Broadcom yang melonjak 4,8 persen setelah Apple mengumumkan akan menggelontorkan lebih dari USD30 miliar sebagai bagian dari perjanjian pasokan chip yang dicapai awal pekan ini. Nvidia juga naik 3,65 persen setelah muncul laporan bahwa China akan mengizinkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) domestik membeli chip H200 dalam jumlah terbatas. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement