Kinerja anak usaha non-batu bara turut menopang pertumbuhan. Tripatra mencatat kenaikan pendapatan 11,2 persen menjadi USD68,7 juta, sementara Interport Mandiri Utama melonjak 53,4 persen menjadi USD43,1 juta terutama dari bisnis perdagangan bahan bakar. Di sisi lain, pendapatan Kideco turun akibat penurunan volume penjualan dan harga jual rata-rata batu bara.
Perseroan juga berhasil meningkatkan profitabilitas dengan menekan beban pokok penjualan dan biaya keuangan. Laba kotor naik 16,2 persen menjadi USD74 juta dengan margin laba kotor meningkat menjadi 15 persen. Penurunan biaya utang turut membantu memangkas beban keuangan sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan menyerap seluruh belanja modal sebesar USD26,2 juta untuk sektor non-batubara, termasuk USD20,4 juta untuk proyek tambang emas Awak Mas dan sisanya untuk berbagai inisiatif bisnis hijau. Hingga akhir Maret, progres konstruksi proyek Awak Mas mencapai 56,8 persen dengan total realisasi investasi USD288,1 juta.
Terkait pembayaran dividen, angka pastinya akan diumumkan dengan tetap memperthitungkan saham beredar dan saham treasuri. Adapun nilai tukar yang akan dipakai mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 20 Mei 2026.
Berikut jadwal pembagian dividen INDY:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 2 Juni 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 3 Juni 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 4 Juni 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 5 Juni 2026
5. Pembayaran Dividen : 19 Juni 2026
(Rahmat Fiansyah)