Angka tersebut terdiri dari potensi arus keluar pasif sekitar USD3,6 miliar dari dana terkait MSCI, USD1,6 miliar dari dana terkait FTSE dan S&P DJI, serta potensi arus keluar dana aktif sekitar USD6,5 miliar.
Estimasi arus keluar dana aktif tersebut setara dengan sekitar seperempat dari kepemilikan dana aktif di Indonesia berdasarkan data KSEI.
Namun, angka tersebut dikurangi arus keluar asing bersih sejak peringatan MSCI pada 16 Oktober 2026 yang telah mencapai hampir USD800 juta.
Meski demikian, CGSI menilai penurunan pasar dalam jangka menengah berpotensi lebih terbatas.
Imbal hasil dividen rata-rata konstituen MSCI Indonesia Standard Cap telah mencapai sekitar 9 persen, sementara valuasi forward P/E FY27F turun menjadi 8,9 kali.