Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan bantalan terhadap potensi penurunan lebih lanjut, bahkan jika Indonesia akhirnya diturunkan menjadi Frontier Market atau Standalone Market.
Namun, CGSI masih berhati-hati terhadap tekanan jual asing dalam jangka pendek hingga MSCI mengambil keputusan pada atau sebelum Juni 2027.
Fokus pilihan saham bergeser ke dividen
Di tengah ketidakpastian tersebut, CGSI mengubah pilihan saham unggulannya dengan memberikan bobot lebih besar pada emiten berimbal hasil dividen tinggi dan perusahaan yang memiliki pendapatan dalam dolar Amerika Serikat (AS).
CGSI mengeluarkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dari daftar top picks, serta memasukkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
BBNI dinilai menarik karena diperdagangkan pada valuasi sekitar 0,8 kali P/BV untuk proyeksi tahun buku 2027 (FY27F) dengan proyeksi dividend yield FY27F mencapai 12 persen.