Kondisi ini berpotensi membuat pemerintah menekan ekspor CPO agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi seiring meningkatnya produksi biodiesel.
Selain CPO, produsen biodiesel juga menghadapi tantangan dalam memperoleh metanol, bahan baku penting lainnya.
Konflik di Timur Tengah, khususnya di kawasan pemasok utama seperti Iran dan Arab Saudi, telah mengganggu pengiriman metanol ke Asia Tenggara, sehingga mendorong kenaikan harga dan meningkatkan biaya produksi biodiesel.
Dalam praktiknya, produsen biodiesel di Indonesia biasanya menandatangani kontrak tahunan dengan pemerintah yang menetapkan volume serapan biodiesel berdasarkan formula harga tertentu, yakni harga referensi CPO bulanan ditambah komponen tetap (alpha).
Komponen alpha ini disesuaikan setiap tahun dengan memperhitungkan biaya produksi, termasuk metanol, katalis, dan utilitas.