AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Inflasi AS Tembus 8,3 Persen di April 2022, Harga Energi Mulai Turun

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 06:04 WIB
CPI Amerika Serikat pada April 2022 mengalami inflasi sebesar 8,3% yoy.
Inflasi AS Tembus 8,3 Persen di April 2022, Harga Energi Mulai Turun (Dok.MNC)
Inflasi AS Tembus 8,3 Persen di April 2022, Harga Energi Mulai Turun (Dok.MNC)

IDXChannel - Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat pada April 2022 mengalami inflasi sebesar 8,3% yoy. Persentase tersebut lebih rendah dari posisi inflasi Maret yang mencapai 8,5%, meskipun masih berada di level tertingginya dalam empat dekade terakhir.

Inflasi inti mencapai 6,2%, menurun tipis dari inflasi Maret sebesar 6,5%. Sementara dalam basis dari bulan-ke-bulan (MoM), inflasi inti naik 0,3%, dibandingkan Maret yang mencapai 1,2%. Demikian laporan Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat, dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/5/2022).

Sejumlah ekonom sebelumnya telah memperkirakan CPI AS akan melambat pada bulan April dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan tanda bahwa Maret merupakan puncak inflasi pada tahun ini.

Sebagian besar penurunan inflasi April berasal dari komponen energi, sesuai dengan perkiraan para ekonom yang menilai bahwa harga minyak mentah, gas, dan komoditas energi lainnya bakal menurun setelah sempat melonjak pada Maret menyusul krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Indeks harga energi turun 2,7% pada April dibandingkan Maret, setelah melonjak 11% pada bulan sebelumnya. Dalam kategori ini, indeks bahan bakar minyak turun 5,8% dan indeks bensin merosot 6,1%, dan indeks komoditas energi melemah 5,4%.

Bagi investor, laporan inflasi terbaru berfungsi untuk mengukur kenaikan harga pokok di Amerika seperti bahan makanan, gas, properti dan berbagai barang jasa lainnya. Sejumlah data konsumsi menunjukkan warga Paman Sam masih tetap merogoh duitnya untuk berbelanja, meskipun harganya naik.

Hal ini menjadi perhatian investor seberapa jauh inflasi di AS pada akhirnya akan membatasi konsumsi warganya. Hal ini pada gilirannya akan menyeret pertumbuhan ekonomi AS, yang sangat bergantung pada belanja konsumen.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD