Ini Daftar Investor Asing di Balik 'Unicorn' Asli Indonesia
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 02 Agustus 2019 13:45 WIB
Fakta bahwa Unicorn Indonesia mendapat suntikan modal asing, belum lama ini mengundang tanda tanya di masyarakat, siapa sebenarnya mereka?
Ini Daftar Investor Asing di Balik 'Unicorn' Asli Indonesia. (Foto: Ist)

IDXChannel - Fakta bahwa Unicorn Indonesia mendapat suntikan modal asing, belum lama ini mengundang tanda tanya di masyarakat. Publik baru mafhum perusahaan startup yang didirikan anak bangsa mampu mencapai valuasi USD 1 miliar, namun dananya tidak melulu bersumber dari kantong investor lokal.

Dikatakan Heru Sutadi Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute kepada IDXChannel (1/8), investor asing merupakan jawaban atau solusi dari pendanaan perusahaan startup. Ia menjelaskan, founder startup seringkali terbebani dan sulit untuk melakukan pinjaman kepada bank salah satunya karena cara pandang yang masih konvensional. Sementara, venture capital asing sangat terbuka terhadap berbagai penawaran, karena memiliki minat yang tinggi untuk investasi di Indonesia.

“Kita pinjam satu miliar, agunan kita satu setengah miliar. Diambah lagi sejak bulan pertama kita harus mencicil, sehingga ini akan memberatkan bagi startup. (Padahal) dalam dua, tiga tahun pertama itu berdarah-darah karena tidak ada pendapatan, tidak bisa langsung dimonetisasi. Mau tidak mau banyak membutuhkan dana yang memang (cara) mendapatkannya tidak serumit dari bank atau lokal” paparnya secara eksklusif di Studio IDX Channel, Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Ditambahkan Heru, jumlah penduduk Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi investor asing, ditambah kondisi masyarakat yang cukup melek teknologi. Dua faktor ini sudah menjadi alasan yang cukup kuat untuk investor menanamkan modalnya di tanah air.

Indonesia dinilai mampu menyediakan sumber daya yang melimpah serta arus perputaran bisnis yang cukup cepat. Belum lagi, Indonesia masih berada di tahap awal ekonomi digital dan menyediakan banyak ruang untuk berkembang.

Saat ini tercatat ada empat startup nasional yang berstatus unicorn. Keempatnya adalah Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia.

Gojek menjadi startup Indonesia pertama yang mendapatkan status unicorn. Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online ini didirikan pada 12 Oktober 2010. Tencent Holdings Ltd, disebut menjadi investor dengan pasokan modal paling besar, disusul JD.com dan Google.

Sementara itu, Tokopedia menyandang titel unicorn, enam tahun setelah didirikan pada 6 Februari 2019. Startup yang bergerak di sektor e-commerce tersebut disokong oleh startup milik Jack Ma, Alibaba. Sequoia dan Softbank termasuk dalam jajaran investor mereka.

Sedangkan Traveloka adalah perusahaan yang melayani penjualan tiket secara online (travel). Didirikan pada Oktober 2012, butuh waktu kurang lebih lima tahun untuk startup ini memiliki valuasi di atas USD 1 miliar Dolar. Startup ini disokong oleh East Ventures, Hillhouse Capital Group dan Expedia.

Terakhir yakni Bukalapak merupakan Unicorn nasional yang paling anyar. Startup e-commerce yang diinisiasi Achmad Zaky ini lahir pada 11 September 2011, mengumumkan diri sebagai unicorn awal 2018. Jajaran investornya mencakup Ant Financial, GIC, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, serta Emtek Group asal Indonesia. (*)

Baca Juga