AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Ini Fitur Baru yang Permudah Investor Pesan Saham Perusahaan IPO

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 27 Juni 2022 11:29 WIB
Sampai Mei 2022, telah ada 21 emiten yang bergerak di bidang industri teknologi, pertambangan, pertanian, perikanan, dan lainnya yang melantai di Bursa.
Ini Fitur Baru yang Permudah Investor Pesan Saham Perusahaan IPO (FOTO:MNC Media)
Ini Fitur Baru yang Permudah Investor Pesan Saham Perusahaan IPO (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sepanjang 2021 telah menorehkan tinta emas dalam salah satu babak perjalanan Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tahun 2021 terdapat total 54 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di BEI dengan nilai fund raised Rp62,61 triliun yang merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI. 

Sampai Mei 2022, telah ada 21 emiten yang bergerak di bidang industri teknologi, pertambangan, pertanian, perikanan, dan lainnya yang melantai di Bursa. Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, ada lebih dari 40 perusahaan yang tengah bersiap melakukan pencatatan saham di BEI.

Menyikapi tren yang berkembang ini, aplikasi investasi saham Stockbit sekali lagi menegaskan inovasi yang telah dihadirkan untuk penggunanya, yakni fitur e-IPO. Fitur e-IPO memungkinkan pengguna Stockbit, khususnya para investor ritel, untuk melihat daftar perusahaan yang akan melakukan IPO serta meningkatkan kesempatan mereka dalam mendapatkan alokasi penjatahan saham.

“Fitur e-IPO yang kami hadirkan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Stockbit dalam membuka dan memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pasar modal,” kata William, PR & Corporate Communication Lead Stockbit Senin (27/6/2022).

William menjelaskan, fitur e-IPO ini memudahkan para pengguna karena tidak mengharuskan mereka mengisi dokumen fisik sama sekali. Dari segi proses, seluruh tahapan e-IPO dapat langsung dimonitor di aplikasi Stockbit tanpa harus pindah aplikasi.

Beberapa keuntungan lain bagi pengguna yang memesan saham dengan fitur e-IPO Stockbit adalah di antaranya tidak perlu melakukan registrasi ulang, berkesempatan mendapatkan saham terlebih dahulu sebelum perusahaan resmi menjual saham ke publik serta proses yang sederhana karena disertai dengan instruksi yang mudah dimengerti, bahkan oleh investor pemula yang tidak familiar dengan e-IPO.

“Sebelum adanya fitur e-IPO, investor ritel memiliki akses yang terbatas untuk berpartisipasi dalam pemesanan saham pasar perdana. Dengan adanya fitur ini, terbukti ada lebih banyak investor yang bisa berpartisipasi pada sebuah penawaran umum. Ini merupakan hal yang sangat positif bagi masyarakat Indonesia,” jelas William.

Mengenai fitur dan layanan unggulan lainnya dalam aplikasi Stockbit, selain bermitra dengan Bank Central Asia (BCA) dan Bank Jago dalam hal pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), Stockbit juga telah menghadirkan tools analisis saham yang komprehensif (Stockbit Pro), fitur Transfer Saham ke Stockbit Sekuritas, forum sosial untuk saling berdiskusi antarpengguna (Stockbit Stream), Analyst Rating, Exercise Rights & Warrant, Intraday Charts, dan latihan investasi saham dengan simulasi (Stockbit Virtual Trading). Sementara itu, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia belajar saham dari nol secara profesional dari mentor yang telah berpengalaman, Stockbit menghadirkan Stockbit Academy yang dapat diakses secara gratis.

“Dalam waktu dekat, kami siap meluncurkan fitur-fitur baru yang didasarkan pada aspek kemudahan, keamanan, dan edukasi sehingga akan ada lebih banyak lagi masyarakat yang bisa berinvestasi di pasar modal dengan cara-cara yang benar,” tutup William.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD