Dengan parameter di atas, Hendra menegaskan koreksi IHSG bukan hanya soal perang atau harga minyak semata. Sebab, ada faktor teknikal berupa aksi ambil untung setelah reli panjang sejak awal tahun, pelemahan rupiah akibat capital outflow jangka pendek, serta kekhawatiran bahwa lonjakan inflasi energi dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga.
"Kombinasi sentimen eksternal dan domestik inilah yang membuat tekanan pasar terasa lebih dalam dan berlangsung cepat dalam waktu singkat," kata Hendra.
(Febrina Ratna Iskana)