sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Intip Proyeksi Harga Minyak Dunia Pekan Ini

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/04/2026 07:17 WIB
Harga minyak dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada sepekan ke depan.
Intip Proyeksi Harga Minyak Dunia Pekan Ini. (Foto: Freepik)
Intip Proyeksi Harga Minyak Dunia Pekan Ini. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada sepekan ke depan, seiring berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membayangi pasokan global.

Pada sepekan lalu, harga minyak ditutup menguat di tengah kekecewaan pasar karena Selat Hormuz belum kembali dibuka.

Kondisi ini menjaga kekhawatiran gangguan pasokan tetap tinggi, meski kenaikan harga mulai tertahan oleh optimisme hati-hati terkait rencana perundingan lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad.

Analis pasar energi, Frank Walbaum, dikutip Dow Jones Newswires, menilai kebuntuan yang berkepanjangan berpotensi terus menopang harga minyak.

“Kebuntuan yang berlanjut dapat mempertahankan tekanan kenaikan harga karena gangguan pasokan masih terjadi, sementara terobosan diplomatik yang signifikan bisa memicu koreksi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menambahkan normalisasi pasokan diperkirakan berlangsung bertahap sehingga risiko penurunan harga relatif terbatas.

Selama pekan lalu, minyak mentah WTI menguat tajam sekitar 14 persen ke level USD94,40 per barel, meskipun pada penutupan Jumat terkoreksi 1,5 persen.

Sementara itu, Brent naik tipis 0,2 persen ke USD105,33 per barel pada Jumat, mencatatkan kenaikan sekitar 17 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Analis Daily Forex Robert Petrucci melihat harga minyak saat ini tengah mencari keseimbangan baru. Ia menilai level USD100 per barel menjadi ambang psikologis penting yang memicu keraguan pasar untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek.

Untuk periode 26 April hingga 1 Mei 2026, proyeksi menunjukkan pergerakan harga minyak masih sangat spekulatif dengan rentang yang cukup lebar. WTI diperkirakan bergerak di kisaran USD84,00 hingga USD105,00 per barel.

Dari sisi teknikal, level USD91,00 dinilai sebagai area support kuat yang terbentuk sejak pertengahan pekan lalu.

Sementara itu, level USD96,00 menjadi level resistance psikologis yang cukup solid, meski tetap berpotensi ditembus apabila terjadi eskalasi konflik lebih lanjut.

Dengan kombinasi faktor geopolitik dan ketidakpastian pasokan, arah harga minyak dalam waktu dekat diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta dinamika di Selat Hormuz. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement