AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Investor Cenderung Menahan Diri, Ini Sektor Saham Pilihan Analis

MARKET NEWS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 30 Juni 2022 06:39 WIB
Sektor-sektor pilihan tersebut diantaranya sektor industri, energi dan juga pertambangan.
Investor Cenderung Menahan Diri, Ini Sektor Saham Pilihan Analis (foto: MNC Media)
Investor Cenderung Menahan Diri, Ini Sektor Saham Pilihan Analis (foto: MNC Media)

IDXChannel - Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup betah berkubang di zona merah dalam beberapa hari terakhir diyakini sebagai imbas atas mulai berubahnya perilaku investor.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, misalnya, mempercayai bahwa sentimen global saat ini telah berhasil mempengaruhi perilaku investor yang cenderung berubah menjadi lebih menahan diri.

"Dengan kenaikan suku bunga dan perkembangan konflik Rusia-Ukraina, ini menjadi pemicu (perubahan perilaku investor). Karena itu potensi pelemahan (IHSG) memang masih ada. Sudah dua hari ini IHSG cenderung tertekan. Saya berharap investor tidak terlalu panik," ujar Reza, Rabu (29/6/2022).

Sementara itu, bagi investor yang masih memiliki keyakinan terhadap kondisi pasar, Reza mengaku memiliki sejumlah rekomendasi sektor industri yang dapat dipilih dan dicermati. Sektor-sektor pilihan tersebut diantaranya sektor industri, energi dan juga pertambangan.

"(Sektor) Industri, energi dan tambang masih terbilang menarik, karena tentunya dipengaruhi oleh harga komoditas yang saat ini masih terus naik," ungkap Reza.

Sementara itu, Reza juga menyarankan pelaku pasar untuk menghindari sektor perbankan, seiring dengan potensi kenaikan suku bunga yang tentunya bakal menggerus daya saing industri tersebut. Namun bila investor sedang bersiap untuk menempatkan dana dalam jangka panjang, Reza juga mendorong untuk memanfaatkan kondisi tersebut.

"Jadi meskipun sektor perbankan masih berpotensi tertekan sebagai imbas kondisi global, namun untuk kedepannya menurut saya kondisinya bakal membaik. Karena bisa dilihat dari BI (Bank Indonesia) yang tidak gegabah dalam mengambil kebijakan," tegas Reza. (TSA)a

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD