Di balik tren tersebut, JPMorgan menyoroti meningkatnya dominasi investor ritel di pasar. Pada Oktober 2025, tingkat partisipasi investor ritel mencapai 58 persen dari rata-rata nilai transaksi harian (average daily trading value/ADTV), menjadi yang tertinggi sejak 2021.
Nilai transaksi ritel pun mencetak rekor baru di Rp14,5 triliun, melampaui rekor sebelumnya sebesar Rp14,4 triliun pada Januari 2021.
JPMorgan memperkirakan partisipasi investor ritel akan tetap tinggi pada paruh pertama 2026, seiring masih kuatnya minat spekulatif dan peran fund kuantitatif (quant funds).
Namun, intensitasnya berpotensi mulai melandai pada paruh kedua 2026, bergantung pada implementasi definisi baru Adjusted Free Float dari MSCI yang diperkirakan diumumkan pada kuartal I-2026 dan mulai berlaku pada Mei 2026.
Sementara itu, arus dana investor institusi diproyeksikan mulai pulih secara bertahap sepanjang 2026.