Selain itu, kata Askhara, GTSI dan PCSI menjalankan strategi penambahan aset secara bertahap dan terukur guna memperkuat kapasitas armada, meningkatkan fleksibilitas operasional, serta mengoptimalkan integrasi dengan infrastruktur domestik seperti Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dan terminal distribusi.
Menurutnya, pendekatan portofolio yang terdiversifikasi ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memungkinkan perseroan mengelola eksposur terhadap volatilitas harga energi global dan perubahan arus perdagangan internasional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Sebagai informasi, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Bahkan, negeri itu kini mengancam semua kapal yang nekad lewat akan ditembak.
Penutupan Selat Hormuz ini menjadi eskalasi terbaru sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara itu, Sabtu, hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.