Akibatnya, Iran membalas dendam dengan menembakkan rudal ke Israel dan negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer tentara AS, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, dan Arab Saudi. Hizbullah, kelompok militer faksi Iran di Lebanon, juga mengatakan akan membela Iran dan membalas kematian Khamenei.
Mengutip Reuters dan Al Jazeera, pernyataan penutupan Selat Hormuz dan ancaman tembakan dikatakan seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
"Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," ujar Penasihat Senior untuk Panglima Tertinggi IRGC, Ebrahim Jabbari, Selasa (3/3/2026).
Dia juga mengancam akan menyerang jalur pipa minyak. Bahkan, membuat harga minyak melambung tinggi hingga USD200 per barel, dari harga saat ini.