Dengan pelunasan tersebut, PSAB berhasil memangkas utang secara signifikan, yakni estimasi total utang akhir 2025 sebesar USD248,86 juta dan penurunan utang berkurang sekitar USD73,46 juta dibandingkan posisi Desember 2024.
"Penguatan struktur keuangan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi Perseroan dalam menjalankan strategi operasional dan pengembangan usaha ke depan," kata Sanjaya.
Dengan demikian, Sanjaya menegaskan bahwa emas akan tetap menjadi instrumen investasi favorit di tengah gejolak geopolitik global yang dinamis.
“Di tengah kondisi geopolitik global yang masih dinamis, emas tetap menjadi aset lindung nilai. Kami memandang tren harga emas yang menguat masih akan mendukung kinerja Perseroan pada tahun mendatang,” kata dia.
(NIA DEVIYANA)