"Manajemen tetap optimistis bahwa portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta meningkatnya pendapatan berulang akan terus menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," katanya.
Lebih lanjut, pilar infrastruktur terus menunjukkan pertumbuhan dengan kenaikan pendapatan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga meningkatkan kontribusi pendapatan berulang menjadi 57 persen dari total pendapatan konsolidasian, dibandingkan 45 persen pada semester I-2025.
"Hal ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur dan sumber pendapatan berulang perseroan terhadap struktur pendapatan yang lebih seimbang dan tangguh," ujar dia.
Sehingga, KIJA mencatatkan adjusted EBITDA Rp747,7 miliar pada semester I-2026, turun 25 persen dibandingkan Rp995,3 miliar pada semester I-2025.
(Dhera Arizona)