Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis daftar direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Sebanyak 7 direktur terpilih setelah menjalani proses fit and proper test yang diikuti 28 kandidat.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, mengatakan seluruh direktur yang terpilih merupakan kandidat terbaik untuk memimpin BEI dalam empat tahun ke depan.
"Alhamdulillah sudah terpilih 7 orang yang terbaik untuk masing-masing bidang," kata perempuan yang kerap disapa Kiki itu.
Dalam susunan baru tersebut, Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai Direktur Utama BEI. Sementara Saidu Solihin menjabat Direktur Penilaian Perusahaan.
Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum, Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan.
Selanjutnya Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, serta Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.
Jajaran direksi yang baru ini diharapkan dapat melanjutkan penguatan tata kelola dan reformasi integritas yang selama ini dijalankan di pasar modal Indonesia.
"Kita harapkan dan juga kita minta mereka untuk berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk pengembangan untuk Bursa Efek ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal, karena semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya," kata Kiki.