AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Jangan Kapok Investasi, Simak Tips Dapat Cuan dari MNC Sekuritas

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 10 Agustus 2021 16:48 WIB
Bagi yang mau investasi saham, berikut tips cuan dari MNC Sekuritas.
Jangan Kapok Investasi, Simak Tips Dapat Cuan dari MNC Sekuritas(Dok.MNC Media)
Jangan Kapok Investasi, Simak Tips Dapat Cuan dari MNC Sekuritas(Dok.MNC Media)

IDXChannelSaham menjadi salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Seperti yang sudah tercatat per 12 Juli 2021, frekuensi perdagangan saham melonjak hingga 1,2 jua kali transaksi dengan nilai transaksi saham sampai Rp12,2 triliun.

Kemudahan investasi juga menjadi alasan masyarakat untuk memulai investasi saham. Untuk sekadar mencoba, investor pemula tidak ragu untuk mencoba peruntungannya di pasar modal. Namun walau bisa menghasilkan keuntungan yang besar, investasi saham juga memiliki risiko kerugian yang tinggi.

1. Pahami Kinerja Saham

Mengutip Siaran Langsung Instagram @idx_channel, Selasa (10/8/2021), Senior Analyst MNC Sekuritas, M. Rudy Setiawan memaparkan, dalam memilih saham, para investor juga perlu memahami bagaimana kinerja saham yang dipilih nantinya. Hal itu dilakukan demi menghindari kerugian dalam investasi saham.

2. Lakukan Diversifikasi Dana

Adakalanya para investor terkadang dihadapkan pilihan untuk investasi di perbankan atau sektor konsumer. Dengan dana yang terbatas tentu pilihan ini menjadi krusial bagi investor.

Rudy juga menambahkan pemilihan sektor perbankan ataupun konsumer tetap bisa dipilih keduanya jika investor dapat membagi dananya ke kedua sektor tersebut.

“Tinggal kita membagi saja dana yang kita miliki untuk perusahaan tersebut. Kira-kira perusahaan mana sih yang cukup dari dana yang kita miliki, kita mendiversifikasi dari dana tersebut,” ujarnya.

Diversifikasi menjadi penting, tambah Rudy, hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan keuntungan yang diharapkan. 

Sehingga bila di sektor lain mengalami kerugian, namun karena telah dilakukan diversifikasi, maka keuntungan yang optimal juga bisa didapatkan.

3. Perhatikan Perusahaan Baru di Bursa

Perusahaan yang baru melantai di bursa atau IPO, bisa dimanfaatkan oleh investor. Jika pelemahan terjadi, maka saat yang tepat untuk membeli saham tersebut didukung dengan kinerja perusahaan yang baik.

“Bisa saja hari ini mengalami pelemahan, namun besok-besoknya bisa menghasilkan penguatan harga yang cukup signifikan,” tambah Rudy.

Rudy menjelaskan, informasi mengenai kinerja dan prospek saham pada perusahaan yang dituju basa diakses melalui pemberitaan media maupun keterbukaan informasi di bursa efek.

4. Pilih Sekuritas Terpercaya

Pemilihan sekuritas yang tepat bisa dimulali dengan mengecek sekuritas yang dituju, apakah terdaftar legal di OJK ataupun sebagai anggota bursa efek. Perlu diperhatikan juga, apakah sekuritas tersebut dapat memberikan gambaran mengenai transaksi yang sudah dilakukan.  

(IND) 

ditulis oleh: Firda

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD