Secara operasional, kinerja Jaya Ancol masih tertekan. Faktor utama yang mencerminkan kondisi tersebut yakni jumlah kunjungan yang menurun pada beberapa unit rekreasi utama akibat kondisi pasar yang belum pulih serta kompetisi yang semakin ketat di Jabodetabek.
Selain itu, Jaya Ancol juga dihadapkan pada peningkatan beban operasional yang bersifat tetap (fixed cost), terutama biaya pemeliharaan, biaya utilitas, dan life cycle cost wahana yang terus naik seiring usia. Di sisi lain, aset-aset tersebut terus mengalami depresiasi sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap bottom line di masa depan.
(Rahmat Fiansyah)