Johan mengungkapkan, perseroan juga membuka peluang untuk merealisasikan pembagian dividen interim lebih awal pada tahun buku berjalan ini. Evaluasi menyeluruh terhadap performa finansial akan dilakukan secara berkala guna memastikan kesiapan likuiditas internal sebelum diajukan kepada para pemegang saham.
"Mengenai peluang pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026, manajemen akan melakukan evaluasi mendalam terlebih dahulu terhadap realisasi kinerja keuangan operasional dan arus kas perseroan hingga penutupan kuartal ketiga tahun ini. Apabila pencapaian kinerja profitabilitas dinilai kuat dan memadai, barulah manajemen akan memformulasikan usulan dividen tersebut kepada pemegang saham," ujar Johan.
Sejauh ini, kata Johan, kondisi posisi kas internal perseroan berada dalam kondisi yang sangat sehat, dengan realisasi pencapaian target kerja operasional telah berjalan optimal memenuhi kisaran 60 persen dari target tahunan yang ditetapkan.
Hutauruk menambahkan, target pencapaian kinerja tersebut akan terus dikawal secara ketat guna mengantisipasi volatilitas pasar. Manajemen optimistis ketahanan bisnis JECX yang didukung oleh loyalitas pasien dan kualitas tim medis akan tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi.