Melalui jaringan bisnis dan kedekatan dengan lingkar kekuasaan pada masa pemerintahan Suharto, bank ini berkembang pesat.
BCA memperluas jaringan cabang dan basis nasabah, sekaligus menjadi salah satu bank swasta paling dominan di Indonesia.
Menjelang pertengahan 1990-an, bank ini telah menjelma menjadi bank swasta terbesar di tanah air dan salah satu aset paling strategis dalam konglomerasi Salim.
Namun puncak kejayaan itu tidak berlangsung lama. Krisis finansial Asia pada 1997 mengguncang sistem keuangan Indonesia. Nilai rupiah terjun bebas, utang perusahaan melonjak, dan kepercayaan terhadap sektor perbankan runtuh.
Dalam situasi kepanikan, BCA mengalami penarikan dana besar-besaran oleh nasabah.