Bank tersebut akhirnya diambil alih pemerintah sebagai bagian dari upaya penyelamatan sistem perbankan nasional.
Krisis itu juga mengguncang fondasi bisnis keluarga Salim. Untuk menyelesaikan kewajiban utang kepada pemerintah setelah krisis, Grup Salim harus menyerahkan berbagai aset pentingnya. BCA termasuk di antaranya.
Bank tersebut kemudian berada di bawah pengelolaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebelum akhirnya dilepas kepada investor baru.
Pada awal 2000-an, konsorsium yang dipimpin oleh Djarum Group milik Keluarga Hartono mengambil alih kendali bank tersebut. Djarum menggunakan PT Dwimuria Investama Andalan sebagai kendaraan investasi di BBCA dengan kepemilikan 54,94 persen.
Sejak saat itu, BCA berkembang menjadi salah satu bank paling bernilai di pasar modal Indonesia, dengan kapitalisasi pasar yang terus meningkat dan posisi dominan di sektor perbankan.