Mengutip Richard Borsuk dan Nancy Chng (2014), bertahun-tahun setelah kehilangan BCA, Om Liem pernah mengakui bahwa peristiwa itu “sangat menyedihkan bagi kami”.
Namun, demikian masih mengutip gaya Borsuk-Chng, Anthoni Salim, memandangnya dengan sikap lebih filosofis, meski tetap menyisakan sedikit rasa getir.
“Kami ini seperti pelukis; kami selalu bisa melukis lagi,” ujarnya. “Anda bisa menciptakan sebuah mahakarya, tetapi lain waktu mungkin lukisan yang dihasilkan tidak sehebat sebelumnya.” (Aldo Fernando)