AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Jelang Putusan The Fed-BI, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.997 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 21 September 2022 17:15 WIB
Jelang putusan suku bunga The Fed dan BI, nilai tukar rupiah ditutup melemah 13 poin di level Rp 14.997 atas dolar Amerika Serikat (USD).
Jelang Putusan The Fed-BI, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.997 per USD (Dok.MNC)
Jelang Putusan The Fed-BI, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.997 per USD (Dok.MNC)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 13 poin di level Rp 14.997 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (21/9). 

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu faktor internal pemicu mata uang garuda ini melemah karena dipicu oleh Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,4% dari perkiraan sebelumnya pada Juli 2022 sebesar 5,2%. 

"Keputusan ADB untuk menaikkan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dilakukan seiring momentum yang kuat di sisa 2022. Terlebih lagi, kondisi perekonomian Indonesia sudah cukup solid di sepanjang semester I 2022 dengan pertumbuhan sebesar 5,23%," terang Ibrahim dalam rilis hariannya.  

Selain itu, Ibrahim ungkap dipicu faktor Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) besok, Kamis (22/9). Ada kemungkinan, BI akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.

"Sebanyak 12 lembaga/institusi memperkirakan bank sentral akan mengerek BI7DRR sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,00% sementara dua lembaga/institusi memproyeksi kenaikan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 4,25%," paparnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD