AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
107
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
408
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.52
-1.18%
-6.39
IHSG
7090.99
-1.22%
-87.59
LQ45
1013.74
-1.16%
-11.90
HSI
17964.23
0.17%
+30.96
N225
26452.79
-2.58%
-701.04
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Jelang Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Dibuka Menguat

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 09 Agustus 2022 21:52 WIB
Adapun S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 0,26% di 4.155,93, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) naik 0,36%, menjadi 12.703,72.
Jelang Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Dibuka Menguat (FOTO:MNC Media)
Jelang Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Dibuka Menguat (FOTO:MNC Media)

Berita 185 dinar

IDXChannel - Tiga indeks wall street dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (8/8/2022). 

Tercatat, data pasar hingga pukul 20:35 WIB menunjukkan Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,23% di 32.877,36.

Adapun S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 0,26% di 4.155,93, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) naik 0,36%, menjadi 12.703,72.

Pasar modal AS sedang mencermati data tenaga kerja yang baru saja dirilis belakangan ini. Diketahui, angka tenaga kerja AS pada Juli 2022 bertambah 528.000 dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 250.000.

Optimisme ini tampak memberi suntikan katalis positif pasar, kendati perlambatan ekonomi tetap menjadi kekhawatiran utama di tengah kebijakan hawkish Federal Reserve.

Namun, data tersebut justru meningkatkan keraguan pasar terhadap indeks harga konsumen (CPI) untuk periode Juli yang akan dirilis pada Rabu depan. Diketahui, inflasi bulan lalu membawa pesimisme negeri Paman Sam dalam sisa tahun ini.

"Ekonom kami memperkirakan inflasi dapat turun setelah harga energi ikut turun akhir-akhir ini," tulis analis Deutsche Bank dilansir Reuters, Senin (8/8/2022).

Saat ini, pasar tengah menghadapi kabar perkiraan ada kenaikan suku bunga lanjutan dari Fed di bulan September sebesar 75 basis poin.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD