AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Jelang Window Dressing, IHSG Diprediksi Bertahan di Level Support Pekan Depan

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Sabtu, 27 November 2021 13:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,36 persen pada periode 22-26 November 2021.
Jelang Window Dressing, IHSG Diprediksi Bertahan di Level Support Pekan Depan
Jelang Window Dressing, IHSG Diprediksi Bertahan di Level Support Pekan Depan

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,36 persen pada periode 22-26 November 2021. IHSG ditutup ke posisi 6.561,55 pada perdagangan Jumat (26/11/2021) dari pekan sebelumnya di posisi 6.720,26.

Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio mengungkap bahwa jelang Window Dressing dan dengan kondisi sekarang, IHSG masih terproyeksi melanjutkan All Time High pada pekan. Sehingga para investor bisa spekulatif buy di saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan.

"Kalau saya sih tidak akan langsung masuk 100% besar karena kondisinya kan kita ga tahu nih apakah eskalasi dari Covid-19 ini seperti apa, tapi secara historikal pada Desember kinerja IHSG cukup bagus asumsinya, jadi di dalam seminggu terakhir bulan November ini investor melakukan buy on weakness pada saham-saham yang bisa terkoreksi signifikan," ujar Parningotan kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (27/11/2021).

Menurutnya, IHSG juga masih mencoba bertahan di level support 6.550 sampai 6.480 yang berarti tidak begitu jauh dari level pergerakan dalam sepekan ini. Pada penutupan kemarin juga saham perbankan banyak diserbu investor, Parningotan melihat hal itu wajar mengingat IHSG masih ada potensi.

"Blue chip banyak yang dihajar, karena asumsi ada window dressing tadi harusnya masih ada potensi untuk naik karena di awal tahun juga relatif cukup bagus dalam kinerja IHSG," katanya.

Maka itu, saham big caps bisa investor spekulatif buy dengan kondisi sekarang, karena sektor perbankan adalah salah satu paling besar marketnya dan juga cukup aktif dimiliki investor.

"Jadi itu bisa saja jadi pilihan yang baru 2 - 3 bulan ini mulai cooling down, konsolidasi setelah naik ke tertingginya. Ini bisa jadi momentum untuk melakukan pembelian apalagi kalau mereka yang kemarin sudah jual dan dapat profit," jelas dia.

Untuk strategi pekan depan, baiknya investor tidak perlu beli langsung semua, Parningotan merekomendasikan bisa dilihat lagi pergerakan di November akhir seperti apa.

"Saya melihat di posisi sekarang dimana IHSG terkoreksi setelah membentuk new high dengan asumsi historikal bahwa Desember sampai dengan Januari bagus, tapi terkoreksi adalah peluang untuk masuk. Cuma kita ga tahu koreksi seperti apa tapi kalau saya bilang sudah dekat support," pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD