Perseroan menyebut, keberhasilan memperoleh pelanggan baru merupakan hasil komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, pelanggan, serta perusahaan pelayaran (shipping line) di wilayah Jakarta.
"Tambahan volume dari pelanggan baru tersebut akan menjadi salah satu pendorong utama perbaikan kinerja pada sisa tahun ini," ujarnya.
Manajemen menambahkan, risiko fluktuasi nilai tukar relatif terkendali lantaran layanan yang diberikan mayoritas ditujukan kepada pelanggan multinasional sehingga secara alami memberikan natural hedge terhadap pergerakan kurs.
Sementara itu, lebih dari separuh struktur biaya operasional, termasuk bahan bakar, pengoperasian peralatan, dan tenaga kerja, masih menggunakan mata uang rupiah.
Meski demikian, KARW tetap memantau risiko nilai tukar dan menggunakan instrumen lindung nilai (hedging) secara terbatas karena eksposur biaya dalam mata uang asing dinilai masih relatif kecil.