sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kejar Target Laba 2026, KARW Andalkan Pelanggan Baru di Terminal OJA

Market news editor Desi Angriani
06/07/2026 21:15 WIB
Meratus Jasa Prima optimistis mengejar target laba bersih sebesar USD253 ribu sepanjang 2026
Kejar Target Laba 2026, KARW Andalkan Pelanggan Baru di Terminal OJA (Foto: dok KARW)
Kejar Target Laba 2026, KARW Andalkan Pelanggan Baru di Terminal OJA (Foto: dok KARW)

IDXChannel - PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) optimistis mengejar target laba bersih sebesar USD253 ribu sepanjang 2026 meski realisasi pada kuartal I baru mencapai 7,1 persen.

Manajemen KARW menjelaskan, kinerja pada awal tahun sempat tertekan oleh sejumlah tantangan operasional, terutama keterbatasan akses container yard (CY) serta penurunan volume bongkar muat. 

Kondisi ini membuat kontribusi laba bersih belum sejalan dengan pendapatan yang telah mencapai sekitar 22,1 persen dari target tahunan.

Untuk mengejar target, perseroan mengandalkan tambahan pelanggan baru yang mulai beroperasi di Terminal PT Perusahaan Bongkar Muat Olah Jasa Andal (OJA). Pelanggan baru tersebut berhasil diperoleh melalui strategi komersial yang dijalankan sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026.

"Customer baru tersebut diproyeksikan akan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total volume yang tercantum dalam forecast Perseroan untuk satu tahun penuh," tulis manajemen dalam laporan hasil public expose, Senin (6/7/2026).

Perseroan menyebut, keberhasilan memperoleh pelanggan baru merupakan hasil komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, pelanggan, serta perusahaan pelayaran (shipping line) di wilayah Jakarta.

"Tambahan volume dari pelanggan baru tersebut akan menjadi salah satu pendorong utama perbaikan kinerja pada sisa tahun ini," ujarnya.

Manajemen menambahkan, risiko fluktuasi nilai tukar relatif terkendali lantaran layanan yang diberikan mayoritas ditujukan kepada pelanggan multinasional sehingga secara alami memberikan natural hedge terhadap pergerakan kurs.

Sementara itu, lebih dari separuh struktur biaya operasional, termasuk bahan bakar, pengoperasian peralatan, dan tenaga kerja, masih menggunakan mata uang rupiah.

Meski demikian, KARW tetap memantau risiko nilai tukar dan menggunakan instrumen lindung nilai (hedging) secara terbatas karena eksposur biaya dalam mata uang asing dinilai masih relatif kecil.

Porsi belanja modal dalam mata uang asing pada tahun ini juga lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan rencana perusahaan yang hanya akan melakukan pemeliharaan rutin tanpa perbaikan berskala besar.

"Perseroan tidak merencanakan adanya perbaikan besar dan hanya akan melakukan pemeliharaan. Jika akan dilakukan perbaikan yang signifikan, maka Perseroan akan mengajukan juga kepada pemegang saham," kata manajemen.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement