Sedangkan masyarakat (non-warkat) memiliki 1 miliar saham TCPI, setara dengan 20 persen dari total saham. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan, atau pemilik perusahaan, adalah Abdullah Popo Parulian.
Sari Nusantara Gemilang adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan real estate, pertambangan, dan jasa angkutan. Sedangkan Karya Permata Insani bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, angkutan darat, perbengkelan, dan sebagainya.
TCPI mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2018 dengan melepas 1 miliar saham di harga penawaran Rp138, dari penawaran perdana ini perseroan mengantongi dana Rp138 miliar.
(Dhera Arizona)