"Kita percaya kita akan mengeluarkan produk-produk yang inovatif, produk yang sudah ada kita bikin lebih baik lagi. Kemudian satu kata yang saya paling suka itu adalah disruptiveness. Kita akan coba bikin produk-produk yang disruptive, yang bikin banyak perubahan terutama untuk kemajuan industri pasar modal di Indonesia," kata dia.
Memasuki 2026, KIM Indonesia bersama induk usahanya, Korea Investment Management Korea, memandang prospek pertumbuhan industri real estate Indonesia secara sangat positif. Namun, Arfan menilai pertumbuhan terbesar ke depan akan lebih banyak didorong oleh instrumen real estate berbasis pendapatan tetap (fixed income) maupun pasar uang.
"Sementara itu, untuk produk berbasis saham dan balanced fund, kami melihat tetap akan mengalami pertumbuhan, meskipun lajunya tidak akan setinggi instrumen fixed income atau pasar uang," kata dia.
Sejalan dengan strategi tersebut, KIM Indonesia juga menargetkan pertumbuhan aset kelolaan (assets under management/AUM) yang solid sepanjang 2026. Perusahaan membidik total AUM dapat meningkat setidaknya sebesar 30 persen pada tahun ini.
"Adapun target Korea Investment Management Indonesia pada tahun 2026 adalah mendorong total aset kelolaan tumbuh setidaknya sebesar 30 persen," ujar Arfan.
(Dhera Arizona)