AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Kimia Farma (KLBF) Targetkan Pertumbuhan Kinerja 6 Persen di 2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 05 April 2021 15:01 WIB
Emiten farmasi produsen obat dan suplemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan pertumbuhan kinerja hingga 6% pada 2021.
Kimia Farma (KLBF) Targetkan Pertumbuhan Kinerja 6 Persen di 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten farmasi produsen obat dan suplemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan pertumbuhan kinerja hingga 6% pada 2021. Tidak hanya itu, KLBF juga berkomitmen untuk tetap mempertahankan kebijakan membagiman dividen di tahun ini.

Dikutip program 1st Sessions Closing Market IDX Channel, Senin (5/4/2021), Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, menjelaskan kondisi Covid-19 masih akan membayangi kinerja perseroan pada 2021 ini, sehingga target pertumbuhan pun dipatok secara moderat. 

Emiten berkode saham KLBF ini menargetkan pertumbuhan penjualan bersih setahun penuh 2021, dan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 5 sampai 6%. Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi. 

Selain itu, perseroan juga mempertahankan rasio pembagian dividen pada rasio 45 sampai 55% dengan tetap memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal. Optimisme perseroan terhadap pertumbuhan, mendorong perseroan untuk terus konsisten melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan, sehingga mampu memberikan kontribusi bagi kinerja bisnis perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, KLBF mencatatkan penjualan neto Rp23,11 triliun atau meningkat tipis 2,12% dari periode 2019 yakni Rp22,63 triliun. Kemudian, beban penjualan sedikit menyusut, dengan sedikit peningkatan pada beban umum dan administrasi. 

Kondisi ini menyebabkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp2,73 triliun atau naik 9,05% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,5 triliun. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD