AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

KRAS Kecipratan Berkah dari Perang Rusia-Ukraina, Laba Diperkirakan Capai Rp740 M

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Sabtu, 14 Mei 2022 00:10 WIB
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendapatkan ciptaran berkah dari perang antara Rusia dan Ukraina.
KRAS Kecipratan Berkah dari Perang Rusia-Ukraina, Laba Diperkirakan Capai Rp740 M. (Foto: MNC Media)
KRAS Kecipratan Berkah dari Perang Rusia-Ukraina, Laba Diperkirakan Capai Rp740 M. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendapatkan ciptaran berkah dari perang antara Rusia dan Ukraina. Atas kondisi tersebut, manajemen memperkirakan bisa mengantongi laba bersih hingga Rp740 miliar pada Semester I-2022.

Direktur Utama KRAS, Silmy Karim, menyebut laba bersih perseroan pada periode tersebut ditopang oleh pertambahan ekspor akibat perang Rusia-Ukraina. Pertumbuhan ekspor juga didorong oleh ekspansi penjualan KRAS di pasar Eropa sejak 2021.

"Pertumbuhan ekspor juga dipengaruhi ekspansi penjualan ke Eropa sejak tahun lalu," ungkap Silmy kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022).

Silmy menjelaskan, banyak perusahaan di Eropa membeli baja dari Ukraina dan Rusia. Namun, saat konflik terjadi banyak perusahaan mencari produsen lain di beberapa negara di dunia. Kondisi ini menjadi potensi bagi KRAS.

"Banyak perusahaan di Eropa itu beli baja di Ukraina dan Rusia. Ketika terjadi konflik, bahan baku bajanya itu tidak bisa dibeli atau tidak mau membeli, dilarang membeli. Apapun alasannya dia cari sourcing ke seluruh dunia," ucap dia.

Emiten baja plat merah ini sejak tahun lalu sudah merintis ekspor produk bajanya di pasar Eropa, sehingga kelangkaan baja akibat perang Rusia-Ukraina justru mendorong eksistensi KRAS di pasar global.

"Kita sudah merintis ekspor ke Eropa dari tahun lalu. Otomatis kita sudah eksis. Makannya, kemarin ekspor triwulan pertama itu di atas 200 ribu ton," tutur Silmy. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD