AADI sebelumnnya merupakan kontributor utama kinerja ADRO. Pada 2024, laba sebelum pajak AADI mencapai USD919 juta dengan arus kas operasional sebesar USD1,54 miliar.
Dengan spin off ini, maka ADRO tinggal mengendalikan bisnis batu bara metalurgi lewat PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan proyek energi baru dan terbarukan.
Posisi kas dan setara kas ADRO hingga 31 Maret 2025 tercatat USD1,18 miliar, setara Rp19,3 triliun atau 33 persen dari nilai kapitalisasi ADRO saat ini yang sebesar Rp57,8 triliun.
Sementara itu, saldo laba yang belum dicadangkan mencapai USD3,4 miliar atau Rp55,7 triliun. Sementara ekuitasnya, termasuk agio saham dan goodwill tercatat USD5,2 miliar atau Rp85 triliun.
(Rahmat Fiansyah)