Total liabilitas meningkat menjadi Rp10,6 triliun, naik 18 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp9 triliun. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan utang bank jangka panjang.
Adapun total ekuitas perseroan tumbuh tipis 1,9 persen menjadi Rp2,94 triliun dibandingkan Rp2,88 triliun pada tahun sebelumnya.
Posisi kas dan setara kas akhir tahun mengalami penurunan sebesar 26 persen menjadi Rp874 miliar dari posisi awal Rp1,18 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk aktivitas investasi, termasuk akuisisi entitas anak.
(Rahmat Fiansyah)