AALI
11175
ABBA
98
ABDA
7025
ABMM
750
ACES
1565
ACST
354
ACST-R
0
ADES
1700
ADHI
1315
ADMF
8450
ADMG
175
ADRO
1175
AGAR
416
AGII
1260
AGRO
1165
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
82
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3720
AKSI
760
ALDO
440
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
334
Market Watch
Last updated : 2021/03/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.18
-0.26%
-1.33
IHSG
6248.47
-0.16%
-10.28
LQ45
940.24
-0.12%
-1.13
HSI
28540.83
-1.92%
-557.46
N225
28743.25
-0.42%
-121.07
NYSE
0.00
-100%
-14959.40
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,365
Emas
784,444 / gram

Laba TOWR Naik Jadi Rp1,91 Triliun hingga Kuartal III-2020

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 03 Desember 2020 08:30 WIB
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 triliun
Laba TOWR Naik Jadi Rp1,91 Triliun hingga Kuartal III-2020. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 triliun di sembilan bulan pertama atau meningkat jika dibandingkan dengan periode sama di 2019 sebesar Rp1,59 triliun.

Menurut keterangan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/12/2020), disebutkan bahwa pendapatann pada periode Januari-September 2020, tumbuh jika dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya dari Rp4,65 triliun menjadi Rp5,55 triliun.

Sementara itu untuk laba bruto di triwulan III 2020, TOWR mencatat sebesar Rp3,88 triliun, lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,27 triliun. Sehingga laba usaha juga ikut meningkat dari Rp2,74 triliun menjadi Rp3,17 triliun.

Sedangkan total aset TOWR di periode tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp5,57 triliun atau naik sekitar 20,15% menjadi Rp33,23 triliun dibanding akhir Desember 2019 yakni sebesar Rp27,65 trilun.

Selain itu, total liabilitas TOWR juga meningkat sebesar 24,40% per September 2020, menjadi sebesar Rp23,51 triliun dari Rp18,91 triliun.

"Kenaikan aset tersebut disebabkan oleh pembelian menara dari XL dan penerapan awal psak 73 dimana perusahaan harus mengakui hak guna di masa depan dari aset yang disewa terkait sewa tanah, sewa kantor dan sewa satelit. Selain itu juga meningkatnya utang bank terkait pembiayaan pembelian menara XL dan adanya penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020," terang Manajemen TOWR. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD