Selain produksi nikel matte, 2026 merupakan tahun penting dalam lintasan pertumbuhan Vale, karena perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.
Tonggak strategis ini ditunjukkan oleh volume produksi yang dapat ditingkatkan di setiap blok pertambangan, dan penjualan pertama bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal 2026, yang menandai perluasan signifikan portofolio komersial Vale dan memperkuat diversifikasi pendapatan di masa mendatang.
Bernardus menegaskan, Vale memperoleh keuntungan dari membaiknya dinamika harga nikel dunia selama kuartal tersebut, dengan Vale mencatat harga rata-rata nikel matte sebesar USD14.213 per metrik ton, yang mewakili peningkatan 15 persen dari USD12.308 per metrik ton pada kuartal IV-2025, dan menghasilkan total pendapatan sebesar USD252,7 juta.
Dari sisi biaya, biaya tunai per unit penjualan nikel matte pada kuartal I-2026 tetap kompetitif di USD10.382 per ton, sedikit lebih tinggi dari USD9.573 per ton pada kuartal IV-2025, terutama mencerminkan harga input komoditas yang lebih tinggi.