Nilai transaksi tercatat mencapai angka jumbo Rp67,30 triliun, dengan volume perdagangan 94,83 miliar saham.
Sebanyak 544 saham melemah, 227 saham menguat, dan 187 sisanya stagnan.
Keberhasilan IHSG keluar dari tekanan jual yang tinggi ditopang oleh rebound saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin penguatan di antara para big cap dengan melonjak 18,59 persen ke Rp1.850 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham-saham raksasa lainnya, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik 5,29 persen, PT Astra Indonesia Tbk (ASII) menguat 4,86 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bertambah 4,52 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,49 persen.
Seperti diketahui, perdagangan saham di BEI sempat dihentikan sementara selama 30 menit dalam dua hari terakhir, yakni pada 28-29 Januari 2026. Langkah tersebut dipicu oleh penurunan tajam IHSG yang anjlok hingga 8 persen pada masing-masing hari perdagangan.
Penurunan signifikan dalam dua hari terakhir setelah penyedia indeks global MSCI menyoroti risiko kelayakan investasi (investability) pasar Tanah Air.