Lebih dari 70 persen pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada Desember. Imbal hasil obligasi pemerintah tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir sementara dolar tetap kuat menjelang laporan inflasi.
Investor mengamati dengan saksama data CPI untuk melihat tanda-tanda apakah tekanan inflasi meningkat. Para ekonom memperkirakan inflasi konsumen tahunan akan naik menjadi sekitar 4,2 persen pada Mei, yang akan menandai angka tertinggi sejak April 2023 dan dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan yang ketat.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.900-Rp18.950 per USD.
(NIA DEVIYANA)