IDXChannel - Reli pasar saham Amerika Serikat (AS) yang sebagian ditopang dana pinjaman mulai menghadapi tantangan baru. Biaya pinjaman untuk membeli saham (equity financing) terus meningkat sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai keberlanjutan kenaikan indeks.
Equity financing tersebut mencakup berbagai opsi pembiayaan mulai dari margin trading, equity repo, total return swap, hedge fund leverage, dan berbagai pembiayaan lainnya yang disediakan bank investasi kepada trader.
Lembaga keuangan global mencatat tren lonjakan arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) dengan menggunakan pinjaman alias leverage, meningkatnya volume perdagangan opsi saham, serta eksposur hedge fund yang mencapai rekor tertinggi. Kondisi itu membebani kapasitas neraca bank-bank besar penyedia pembiayaan, sehingga biaya pinjaman ikut terdorong naik.
Saat ini, eksposur untuk equity repo yang dimiliki primary dealer telah melampaui USD220 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Repo adalah skema pinjaman jangka pendek dengan jaminan saham yang banyak digunakan investor untuk membiayai transaksi saham lainnya.
Strategist Morgan Stanley, Martin Tobias mengatakan, kenaikan biaya pembiayaan ini dapat menjadi sinyal awal perubahan sentimen pasar. Menurut dia, biaya yang semakin mahal berpotensi membuat sejumlah transaksi berbasis leverage tidak lagi menarik.