"Kenaikan pembiayaan saham ini merupakan sinyal awal yang menunjukkan kemungkinan perubahan persepsi investor terhadap kondisi keuangan," katanya dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Head of U.S. Equity Derivatives Strategy Barclays, Stefano Pascale justru menilai kenaikan biaya pinjaman lebih mencerminkan tingginya minat investor masuk ke pasar saham dibandingkan menjadi ancaman langsung terhadap reli. Dia mengatakan biaya pembiayaan yang naik umumnya muncul saat optimisme pasar sedang tinggi.
"Kenaikan biaya pembiayaan pada dasarnya bukanlah masalah bagi pasar," katanya.
Namun, dia mengakui, kenaikan harga saham secaraa terus menerus dengan pinjaman dapat mengurangi kapasitas bank dalam menyediakan pembiayaan . Misalnya, harga saham naik 10 persen, maka nilai portofolio yang perlu dibiayai juga ikut meningkat 10 persen, karena bank menopang eksposur lebih besar. Dengan asumsi pasar equity financing sekitar USD10 triliun, maka bank perlu menyediakan dana tambahan sekitar USD1 triliun.
Reli saham AS sepanjang 2026 didorong lonjakan saham-saham kecerdasan buatan (AI), terutama pada sektor semikonduktor. Indeks Nasdaq Composite telah mencatat rekor tertinggi sebanyak 20 kali sepanjang tahun ini, sementara aset ETF dengan leverage di AS melonjak dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir menjadi sekitar USD200 miliar.
Tobias menyorot reli Wall Street yang semakin bergantung pada segelintir saham teknologi. Dalam tiga bulan terakhir, hanya sektor teknologi yang mampu mengungguli kinerja indeks S&P 500 dengan saham Nvidia, Broadcom, dan Micron menjadi motor utama penguatan pasar.