Dia menilai, puncak kenaikan saham dalam beberapa periode sebelumnya kerap bertepatan dengan tingginya biaya pembiayaan saham. Dengan tekanan pembiayaan yang meningkat dan S&P 500 masih kesulitan menembus rekor tertinggi, pasar dinilai mulai memasuki titik krusial.
"Yang mendorong pasar naik bukanlah cerminan membaiknya prospek ekonomi AS secara luas. Reli ini hanya ditopang penggunaan leverage yang terkonsentrasi pada bagian pasar yang sangat sempit," ujar Tobias.
(Rahmat Fiansyah)