IDXChannel – Harga minyak dunia diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong premi risiko pasar dan mengubah ekspektasi kebijakan suku bunga global.
Analis ING menilai, seperti dikutip Dow Jones Newswires, eskalasi konflik di kawasan tersebut hampir pasti akan mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.
Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan juga menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam berada pada posisi yang lebih tangguh dibandingkan negara lain dalam menghadapi dampak ekonomi konflik.
ING menyebut kondisi tersebut membuat pasar mulai menghapus harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve (The Fed), karena ekonomi AS dinilai masih cukup kuat untuk menahan tekanan dari kenaikan harga energi.
Di sisi lain, harapan bahwa Iran akan kembali membuka Selat Hormuz sebelum tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam mulai memudar.