Asia tetap menunjukkan kinerja yang Tangguh, dan kami memperkirakan momentum positif ini akan terus
berlanjut hingga 2026. Penurunan suku bunga di AS, perkembangan pasar obligasi berisiko tinggi di Asia, serta meningkatnya diversifikasi dari dolar AS membuka peluang investasi yang menarik bagi para investor," Collis.
Ia menambahkan bahwa peluang investasi pendapatan tetap di Asia kini semakin luas dan seimbang. Menurutnya, obligasi berimbal hasil tinggi di kawasan ini kini lebih beragam dan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, pasar obligasi dalam mata uang lokal juga semakin diminati investor, terutama karena tren de-dolarisasi dan upaya diversifikasi mata uang.
Dinamika ini semakin memperkuat peran Asia sebagai sumber pendapatan dan diversifikasi dalam portofolio investasi. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan aktif tetap sangat penting.
“Arah kebijakan, fundamental kredit, dan kondisi teknis pasar berbeda-beda secara signifikan di seluruh wilayah. China, Jepang, dan India menonjol sebagai pasar kunci di mana dukungan kebijakan, kedalaman pasar, dan reformasi struktural sehingga memperkuat prospek investasinya, namun selektivitas dan manajemen risiko akan menjadi kunci dalam menghadapi tahun 2026,” tambah Collis.