Saham Asia: Laba yang Mendukung dan Faktor Pertumbuhan Struktural
Head of Asia Equities, June Chua, mengatakan bahwa prospek ekuitas Asia tetap positif menjelang paruh pertama 2026, didukung oleh dinamika mata uang yang menguntungkan dan peningkatan visibilitas laba.
“Kinerja saham Asia di luar Jepang sangat kuat sepanjang 2025, didorong oleh melemahnya dolar AS dan pelonggaran kebijakan moneter. Ke depan, proyeksi kenaikan laba untuk 2026 dan 2027 terus mendukung valuasi saham, sementara alokasi investor global terhadap saham-saham Asia masih relatif kecil, menunjukkan adanya ruang untuk keterlibatan mereka kembali yang lebih besar," kata Chua.
Menyoroti peluang struktural di seluruh Asia, Chua menjelaskan bahwa di China, kejelasan kebijakan dalam Rencana Lima Tahun ke-15 terus mendukung pertumbuhan yang didorong oleh inovasi di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, energi baru, manufaktur canggih, dan kesehatan.
Taiwan juga tetap menjadi pusat penting dalam ekosistem AI global, didukung oleh tingginya permintaan untuk teknologi kemasan semikonduktor canggih dan infrastruktur pusat data.
Di kawasan Asia lainnya, negara-negara ASEAN terus mendapat manfaat dari diversifikasi rantai pasokan, investasi infrastruktur, dan meningkatnya permintaan dalam negeri—meskipun peluangnya berbeda di tiap pasar.