AALI
9275
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1215
ACES
1270
ACST
252
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
915
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1745
AGAR
0
AGII
1480
AGRO
2260
AGRO-R
0
AGRS
198
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4020
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
456.14
-0.26%
-1.20
IHSG
6091.54
-0.35%
-21.58
LQ45
857.39
-0.29%
-2.49
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Melonjak 211 Persen, Penghimpunan Dana di Pasar modal Capai Rp116,6 Triliun

MARKET NEWS
Tia Komalasari/IDXChannel
Kamis, 29 Juli 2021 11:08 WIB
Otoritas Jasa Keuangan mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai nilai Rp116,6 triliun hingga 27 Juli 2021.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai nilai Rp116,6 triliun hingga 27 Juli 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai nilai Rp116,6 triliun hingga 27 Juli 2021.

"Jumlah itu meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO,"ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 trliun.

Sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9 persen mtd dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun. 

Pasar SBN juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp11,73 triliun.

Sementara itu, OJK mendukung program Pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid 19 di berbagai daerah bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kemenkes dengan target 10 juta vaksin hingga Desember. Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak.

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level prapandemi. Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuditas di pasar keuangan global. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD