Sensitivitas riset menunjukkan setiap kenaikan 5 persen pada biaya bahan baku bisa menurunkan laba tahun buku 2026 MYOR hingga 6,1 persen.
“Hasil diskusi kami dengan perusahaan consumer staples menunjukkan bahwa mereka saat ini tengah memantau dampak kenaikan harga Brent oil terhadap biaya bahan baku sebelum memutuskan apakah akan menaikkan harga jual produk,” tulis analis Indo Premier.
Selain itu, apresiasi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga memengaruhi kinerja beberapa emiten.
Dari enam perusahaan yang dianalisis, Unilever Indonesia (UNVR) dan Cisarua Mountain Dairy (CMRY) paling terdampak karena eksposur biaya dan pendapatan mereka dalam dolar AS.
Setiap penguatan 5 persen USD/IDR (dolar AS/rupiah) diperkirakan menekan laba tahun buku 2026 UNVR hingga 3,7 persen dan CMRY 3,6 persen.