Ketentuan baru tersebut berlaku sejak 15 September 2026. Revisi ini menjadi katalis bagi penambang limonit karena pembayaran royalti dan CIT sebelumnya dihitung berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara HPM dan harga transaksi.
Dengan HPM yang lebih rendah, basis perhitungan royalti dan CIT tidak lagi mengacu pada HPM sebelumnya yang mencapai USD40-USD45 per wmt apabila harga transaksi berada di bawah level tersebut.
"Karena itu, NCKL, MBMA, dan INCO menjadi beberapa penerima manfaat utama dari regulasi baru tersebut," kata Ryan.
Indo Premier memperkirakan masing-masing perusahaan berpotensi memperoleh penghematan hingga USD59-109 juta.
Nilai tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan estimasi konsensus laba tahun buku 2027, yakni sekitar 15-22 persen.