sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menakar Prospek INCO, MBMA, NCKL di Tengah Revisi HPM Limonit

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
23/09/2026 06:27 WIB
Revisi harga patokan mineral (HPM) bijih limonit berpotensi menekan beban royalti dan pajak penghasilan badan (CIT) sejumlah emiten nikel.
Menakar Prospek INCO, MBMA, NCKL di Tengah Revisi HPM Limonit. (Foto: Magnific)
Menakar Prospek INCO, MBMA, NCKL di Tengah Revisi HPM Limonit. (Foto: Magnific)

Meski demikian, Indo Premier menilai potensi kenaikan estimasi laba dari revisi regulasi tersebut kemungkinan terbatas.

Pasalnya, perubahan formula HPM telah menjadi pembahasan selama beberapa bulan terakhir dan sebagian dampaknya dinilai sudah tercermin dalam ekspektasi pasar.

“Sederhananya, kami menilai konsensus sudah menggunakan asumsi harga jual rata-rata (ASP) sebagai dasar proyeksi royalti, bukan HPM sebesar USD40-USD45 per wmt,” tulis Ryan.

Di sisi lain, Indo Premier masih berhati-hati terhadap prospek sektor nikel. Sekuritas tersebut menilai peningkatan pasokan bijih nikel setelah persetujuan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada September 2026 dapat menekan harga nikel di London Metal Exchange (LME) serta profitabilitas penjual bijih pihak ketiga.

Kondisi tersebut berpotensi mengimbangi manfaat dari revisi HPM limonit.

Untuk sektor komoditas, Indo Premier tetap memilih secara selektif dengan preferensi pada batu bara termal serta tembaga dan emas.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement