Menurut Wendy, kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan harga pulp lebih disebabkan oleh permintaan akhir yang lesu serta terbatasnya aktivitas restocking distributor dan pembeli akhir, bukan karena penurunan biaya produksi.
Biaya Kayu Jadi Penahan Harga
Di sisi lain, tingginya biaya woodchip masih menjadi penopang harga pulp. Harga woodchip impor China mencapai USD217 per ton pada Juni 2026, naik 19,4 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut membuat biaya kas produsen domestik tetap tinggi dan membatasi ruang untuk memangkas harga pulp secara agresif.
Namun, dukungan biaya tersebut belum cukup untuk mendorong harga kembali naik karena pembeli masih berhati-hati. Resale spread BHK bahkan masih negatif USD14 per ton pada 7 Agustus 2026.
RHB memperkirakan harga BHK menguji level USD550 per ton pada kuartal III. Meski demikian, penurunan berkelanjutan di bawah level tersebut dinilai tidak mungkin terjadi sebelum tambahan pasokan masuk, kecuali permintaan melemah lebih tajam.