Wendy menjelaskan, harga BHK di China telah turun menjadi USD563 per ton pada awal Agustus 2026, atau turun 0,7 persen secara mingguan dan 3,3 persen secara bulanan. Level tersebut bahkan berada di bawah estimasi RHB sebelumnya sebesar USD580-590 per ton untuk kuartal III-2026.
“Permintaan yang secara musiman melemah dan sikap pembeli yang cenderung berhati-hati lebih kuat menekan harga dibandingkan tingginya biaya produksi,” tulis Wendy dalam risetnya.
Tekanan tersebut terutama dipicu pola musiman pada kuartal III. Pengiriman pulp global memang meningkat 3,3 persen secara bulanan menjadi 4,62 juta ton pada Juni 2026, tetapi masih turun 6,7 persen secara tahunan.
Untuk BHK, pengiriman naik 3,9 persen secara bulanan, tetapi anjlok 12,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pengiriman ke China relatif datar secara bulanan dan turun 6,5 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut tercermin dari persediaan BHK yang meningkat menjadi 45 hari, atau bertambah tiga hari dibandingkan bulan sebelumnya. Rasio pengiriman terhadap kapasitas juga masih 6,2 poin persentase di bawah level tahun lalu.